Detail Publikasi Berita

SMAN 1 SEMIN

0 komentar
SMAN 1 Semin Dorong Siswa Berkarya Melalui Workshop Kepenulisan “Dari Membaca Menjadi Karya”
blog
SMAN 1 Semin Dorong Siswa Berkarya Melalui Workshop Kepenulisan “Dari Membaca Menjadi Karya”

SEMIN – Membaca bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh informasi dan menambah wawasan. Dari aktivitas membaca, siswa dapat menemukan ide, mengembangkan imajinasi, dan menghasilkan sebuah karya. Semangat inilah yang diusung SMAN 1 Semin melalui kegiatan Pengembangan Perpustakaan dalam bentuk Workshop Kepenulisan dengan tema “Dari Membaca Menjadi Karya”. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2026, bertempat di Ruang Pertemuan SMAN 1 Semin. Workshop diikuti oleh 60 siswa perwakilan kelas X.

Kepala SMAN 1 Semin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan perpustakaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan budaya membaca, tetapi juga mendorong siswa agar mampu menghasilkan karya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya literasi yang lebih aktif. Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengolah apa yang dibaca menjadi ide dan kemudian menuangkannya dalam bentuk karya,” ungkap Kepala SMAN 1 Semin.

Kegiatan workshop kepenulisan menghadirkan Mell Saliha, seorang penulis sekaligus Duta Baca, sebagai narasumber. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penulisan cerita pendek (cerpen).Workshop diawali dengan penyampaian materi tentang dasar-dasar penulisan cerpen. Siswa dikenalkan dengan berbagai unsur penting dalam sebuah cerita, mulai dari menemukan ide, menentukan tema, membangun karakter tokoh, menyusun alur, menentukan latar, hingga mengembangkan ide menjadi sebuah cerita yang menarik.

Narasumber juga mendorong peserta untuk tidak takut menuangkan ide ke dalam tulisan. Pengalaman sehari-hari, lingkungan sekitar, maupun berbagai hal yang ditemukan melalui aktivitas membaca dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan sebuah karya.

“Menulis pada dasarnya adalah proses menuangkan gagasan dan pengalaman ke dalam sebuah cerita. Yang terpenting adalah berani memulai dan terus berlatih,” ujar Mell Saliha dalam kegiatan tersebut. Setelah mendapatkan materi, siswa tidak hanya menjadi peserta pasif. Mereka langsung diajak mempraktikkan kepenulisan dengan membuat cerita pendek berdasarkan ide yang mereka miliki.

Suasana workshop semakin interaktif ketika siswa mulai menuangkan ide ke dalam tulisan. Dengan pendampingan narasumber, peserta mengembangkan gagasan menjadi cerita yang memiliki tokoh, alur, latar, dan konflik. Tahap berikutnya adalah presentasi hasil kepenulisan. Beberapa siswa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya yang telah mereka buat di hadapan peserta lainnya. 

Melalui sesi tersebut, siswa belajar menyampaikan hasil karya, mendengarkan tanggapan, serta memperoleh masukan untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan menulis mereka.

Workshop “Dari Membaca Menjadi Karya” menjadi salah satu bentuk pengembangan perpustakaan SMAN 1 Semin dalam memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan berkarya.Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk berdiskusi, mengembangkan kreativitas, menemukan inspirasi, dan menghasilkan karya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa sebuah karya dapat berawal dari hal sederhana. Sebuah bacaan dapat melahirkan ide, ide dapat berkembang menjadi tulisan, dan tulisan dapat menjadi karya yang dapat dibagikan kepada orang lain.

Dengan semangat “Dari Membaca Menjadi Karya”, SMAN 1 Semin terus mendorong tumbuhnya budaya literasi yang kreatif dan produktif di lingkungan sekolah.